Sejarah Pengadilan Negeri Lahat

.

 

SEJARAH PENGADILAN NEGERI LAHAT

Pada zaman Purba telah dikenal suatu Pemerintahan/Kerajaan tapi tidak diketahui hingga kini nama dan kerajaan tersebut, hal ini dapat di buktikan dari peningggalan batu-batu purba. Setelah terbentuknya Kerajaan Sriwijaya maka daerah ini dikenal sebagai Kabupaten Lahat, bagian dari Kerajaan Sriwijaya setelah Kerajaan Sriwijaya runtuh dan diganti oleh Kesultanan Islam mundur ke Tebing Tinggi dikenal dengan nama Benten Siman, yang sekarang dipergunakan untuk Rumah Tahanan di Tebing Tinggi. 

Pada zaman Hindia Belanda di Kabupaten Lahat ada dikenal dengan Perang Jati, Benteng Aur Duri Muteralam yang dapat dikalahkan oleh Belanda setelah memakai siasat licik denganjalan menabur uang pada rumpun aur duri, sehingga penduduk yang sudah terkepung menjadi merusak aur berduri itu. 

Pada zaman kemerdekaan merupakan daerah basis gerilya yang membuat pertahanannya di Tanjung Sakti dengan pimpinannya Bambang Oetojo, Mayor Jenderal Purnawirawan Mantan KSAD Sampai saat penyerahan kedaulatan tidak dapat ditaklukan oleh Belanda

HUKUM ADAT :
DI Kabupaten Lahat masih kuat hokum adatnya antara lain :

  •  Masalah anak, orang tua dan wali
  •  Masalah anak angkat
  •  Masalah perkawinan dengan harta peninggalannya
  •  Masalah harta perkawinan
  •  Masalah harta warisan
  •  Masalah persekutuan waqaf dan yayasan 
  •  Masalah hibah 

PEMERINTAHAN DAERAH :


Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat berbentuk Kabupaten yang merupakan wilayah Pengadilan Negeri Lahat dikepalai oleh seorang Bupati dan dibantu oleh Sek. Wil. Da beserta aparatur Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan dan mengurus serta mengatur daerahnya. Kabupaten Lahat ini terdiri dari 17 kecamatan induk, 376 Kelurahan / Desa, dan rata-rata penduduk perdesa 904,06 .

Demikianlah data-data Kabupaten Lahat yang dapat kami sajikan untuk dijadikan bahan seperlunya.

 

E-Court

Informasi E-Court silahkan akses disini

Lebih Lanjut